Minggu, 30 Desember 2018

Langkah - langkah membuat brosur di Microsoft Office Publisher 2007

Assalamualaikum wr.wb

Nah kali ini saya ingin memberitahu kalian bagaimana cara membuat brosur di Microsoft  Office Publisher, berhubung Laptop saya  masih menggunakan Windows 7 :v, jadi saya memakai Microsoft Office Publisher 2007, berikut langkah-langkah membuat brosur di MS.Publisher 2007 ;

1.
Seperti gambar di atas, buka terlebih dahulu Microsoft Office Publisher.


2.
Setelah di buka, hasilnya akan menunjukan beberapa pilihan, kemudian pilih Brochures.


3.
Ada beberapa pilihan untuk membuat gaya brosur, pilih salah ssatu gaya yang kalian ingin kan.


4.
Saya memilih gaya di Classic Design->Event.

5.
Kalian bisa mengubah gambar-gambar atau tulisan yang sudah tertera di sana sesuai kehendak kalian, pada lingkaran diatas berfungsi untuk melihat lembar kedua pada brosur.


6.





Oke, brosurnya sudah selesai.


7.  Kalau kalian ingin menjadikannya berupa gambar atau foto, ke File -> Save as -> type (JPEG)-> Save.



Okee begitulah Langkah-langkah pembuatan brosur di Microsoft Office Publisher 2007 teman-teman ^-^, Semoga bermanfaat yaaa.

ini bentuk fotonya yaa :





Ayoo teman-teman kita berkreasi!


Wassalamualaikum wr  wb.
Read More

Kamis, 06 Desember 2018

Penulisan Footnote

FOOTNOTE (CATATAN KAKI)
Istilah Catatan Kaki (footnote)
Catatan kaki, atau dikenal dengan istilah footnote adalah keterangan tambahan yang
terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis
sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).

Kegunaan Catatan Kaki (footnote)


  • Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki sumber atau reference footnote).
  • Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan.
  • Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau content footnote).

Note: Catatan kaki sebaiknya tidak melebihi sepertiga halaman. Sekiranya halaman tidak
memungkinkan, sebagian dari catatan kaki dapat diletakkan di halaman berikutnya.

UNTUK BUKU

Unsur yang diperlukan dicantumkan adalah:
1. Nama Pengarang,
2. Judul Buku yang ditulis dengan huruf italic,
3. Jilid,
4. Cetakan,
5. Tempat Penerbit,
6. Nama Penerbit,
7. Tahun diterbitkan, dan
8. Halaman (disingkat h. saja, baik untuk satu halaman maupun beberapa halaman)
dari mana referensi itu berasal.
Note: Data penerbitan, mulai dari cetakan, tempat penerbit, nama penerbit, dan tahun
diterbitkan, diletakkan di dalam kurung. 

Contohnya:
1Muhammad Ibn ‘Abdillah al‐Zarkasyiy, al‐Burhân fî ‘Ulum al‐Qur’an, Juz
IV (Cet. I; Cairo: Dar Ihya’ al‐Kutub al‐Arabiyah, 1958 M/1377 H), h. 34‐35.

UNTUK ARTIKEL DALAM SURAT KABAR
Unsur yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Pengarang/Penulis Artikel (kalau ada),
2. Judul Artikel (di antara tanda kutip),
3. Nama Surat Kabar (huruf italic),
4. Nomor Edisi, Tanggal, dan Halaman.

Contohnya:
2Sayidiman Suryohadiprojo, “Tantangan Mengatasi Berbagai Kesenjangan”,
Republika, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6.

PENOMORAN

Catatan kaki diberi nomor sesuai dengan nomor pernyataan terkait. Penomoran dimulai
pada setiap awal bab. Nomor diketik setengah spasi di awal catatan kaki dengan jarak tujuh
ketukan dari margin kiri.
Contohnya:
11’Ali Rida, al‐Marja’ fi al‐Lugat al‐‘Arabiyyah (Beirut: Dar al‐Fikr, t.th.), h.
254.

12Ibid., h. 300.

ISTILAH Ibid, op. cit. DAN loc. cit.

Istilah Ibid. (singkatan dari ibidem) digunakan untuk menunjuk sumber yang sama, yang
baru saja disebut tanpa ada yang mengantarai keduanya (sama halaman atau tidak). Jika
halaman yang dikutip sama, maka nomor halaman tidak dicantumkan lagi. Kalau kata ibid.
terletak di awal catatan kaki, huruf awalnya ditulis dengan huruf capital (Ibid), sedang bila
terletak di tengah kalimat, misalnya sesudah kata‐kata “Disadur dari” maka huruf
pertamanya ditulis dengan huruf kecil (ibid).

Istilah op. cit. (singkatan dari opera citato, dan singkatan harus diberi spasi diantaranya, op.
cit., bukan op.cit.) menunjuk kepada sumber yang sama telah disebut terdahulu tetapi di
antarai oleh sumber lain yang tidak sama halamannya. Istilah ini (op. cit.) digunakan sesudah menyebutkan nama pengarang. Jika halaman yang dikutip sama, maka digunakan istilah loc.cit. (singkatan dari loco citato).
Contohnya:
14Muhammad Ali al‐Sabuniy, al‐Tibyan fi ‘Ulum al‐Qur’an (Cet. I; Beirut:
‘Alam al‐Kutub, 1985), h. 22.
15Ronny Hanitijo Sumitro, Metodologi Penelitian Hukum (Cet. I; Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1983), h. 35.
16Ibid., h. 40.
17 Muhammad Ali al‐Sabuny, op. cit., h. 30.

18Ronny Ngatijo Sumitro, loc. cit.


Endnote 

adalah catatan akhir, yakni referensi yang diletakkan di akhir suatu karya ilmiah,
sebelum Daftar Pustaka.

Dalam program komputer, cara pembuatan endnote persis sama dengan footnote, hanya
letaknya saja yang harus diset di akhir karya ilmiah. Ketentuan‐ketentuan yang berlaku
untuk footnote, juga berlaku untuk endnote, termasuk ketentuan untuk Daftar Pustaka.

Parenthetical Reference
parenthetic(al)
ks. 1 yang disisipkan. 2 dalam tanda kurung. ‐parentthetically kk. dengan sisipan, sambil lalu.

Referensi seperti ini hanya berfungsi untuk menunjukkan referensi suatu pernyataan, baik
itu saduran atau kutipan langsung. Parenthetical reference diletakkan di dalam teks, diapit
oleh kurung. Informasi yang perlu disebutkan adalah nama akhir pengarang yang langsung
diikuti tahun terbitnya buku referensi, diikuti oleh koma, kemudian diikuti oleh nomor
halaman.

Contohnya:
… Ini berarti bahwa kita harus mencari kenyataan pemikiran Islam yang dapat
dikatakan mewakili Indonesia, namun pada waktu yang sama juga mempunyai

kaitan yang nyata dengan pemikiran Islam secara umum (Madjid 1995, 23).
Read More

© Putri Agustina, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena